Langsung ke konten utama

Percakapan di Meja Redaksi: Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran

Di balik setiap berita yang kita baca, ada ruang redaksi yang nyaris tak pernah benar-benar tidur. Ada kopi yang mulai dingin, deadline yang berlari, algoritma yang terus menekan, dan wartawan yang diam-diam lelah tetapi tetap harus terlihat tenang.

Cover buku berjudul  Percakapan di Meja Redaksi: Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran, sudah tersedia di Google Play Books dan Draft2Digital.
Cover buku berjudul Percakapan di Meja Redaksi: Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran, sudah tersedia di Google Play Books dan Draft2Digital.

Percakapan di Meja Redaksi membawa pembaca masuk ke dunia itu—dunia jurnalisme yang bergerak dari bau tinta koran menuju layar digital yang tak pernah berhenti menyala. Ditulis lewat obrolan dua sahabat wartawan, buku ini membahas kecepatan, clickbait, tekanan bisnis media, burnout, hingga satu pertanyaan paling penting: di era serba viral, siapa yang masih bisa dipercaya?

Bukan buku teori yang kaku, melainkan percakapan hangat, jenaka, reflektif, dan penuh cerita kecil yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebab pada akhirnya, jurnalisme bukan hanya soal berita. Ia selalu tentang manusia di baliknya. ***

PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Kepercayaan Publik: Mata Uang Terakhir yang Tak Bisa Dicetak Sendiri

Sebuah esai panjang tentang apa yang tersisa dari jurnalisme ketika semua yang lain sudah dikorbankan demi algoritma

Warung Kopi dan Anatomi Sebuah "Media"

Berdiri di Atas Kaki Sendiri (atau Tidak Sama Sekali) Domain Murah, Idealisme Mahal

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...

Jurnalisme Copy-Paste dan Resiko Bagi Publik

  Hujan baru saja berhenti. Udara masih lembab, tetapi percakapan di meja redaksi kami terasa lebih hangat daripada kopi yang baru disajikan. Seorang kawan menutup ponselnya, lalu berkata dengan nada setengah bercanda. "Sekarang wartawan tidak perlu keluar rumah untuk membuat berita." Saya menatapnya. "Maksudmu?" Ia tertawa kecil. "Cukup buka WhatsApp, cek email, lihat Facebook, atau X... lalu edit sedikit. Jadi berita." Kalimat itu terdengar seperti humor ringan di antara cangkir kopi. Tetapi sebenarnya ia tidak menyentuh satu persoalan serius dalam jurnalisme digital hari ini.