Langsung ke konten utama

Biasa, Namun Luar Biasa

 Catatan Kecil Untuk Guru di 2 Mei

Hari ini, 2 Mei, ada satu hal yang pelan-pelan mengetuk ingatan: suara kapur di papan tulis, aroma buku yang baru dibuka, dan seseorang yang berdiri di depan kelas—tidak selalu sempurna, tapi selalu hadir.

‎‎GURU.

‎‎Mereka jarang masuk headline. Tidak viral. Tidak ramai dipuji. Tapi diam-diam, mereka seperti akar—tidak terlihat, tapi menentukan tegaknya pohon.

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026
Hari Pendidikan Nasional

‎‎Saya teringat satu momen sederhana: seorang guru yang tidak marah saat saya salah, tapi justru bertanya.

‎“Kamu paham di mana bingungnya?” 

‎Pertanyaan kecil itu ternyata lebih besar dari sekadar jawaban. Ia mengajarkan cara berpikir, bukan sekadar menghafal.

‎‎Hari ini, 2 Mei, kita menyebutnya Hari Pendidikan Nasional. Tapi sesungguhnya, ini hari tentang orang-orang yang sabar menyalakan lampu, satu demi satu, di kepala kita yang dulu sering gelap.

‎‎Mereka tidak hanya mengajar pelajaran. Mereka mengajar ketekunan, rasa ingin tahu, dan kadang—tanpa sadar—mengajar kita menjadi manusia.

‎Lucunya, banyak dari kita baru benar-benar paham arti seorang guru… setelah kita tidak lagi duduk di bangku kelas.

‎‎Jadi hari ini, kalau sempat, kirim pesan. Ingat nama mereka. Sebutkan. Karena mungkin bagi kita itu sekadar ucapan, tapi bagi mereka, itu seperti menemukan kembali alasan kenapa dulu memilih jalan ini.

‎‎Untuk para guru: yang lelah tapi tetap datang, yang sabar meski sering diuji, yang percaya pada muridnya, bahkan saat murid itu belum percaya pada dirinya sendiri—

‎Terima kasih.

‎‎Kalian mungkin terlihat biasa. Tapi dari tangan kalian, lahir begitu banyak hal yang luar biasa.

‎‎Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei.





PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Dari Bitung ke Balai Kota: Kisah Caroll, Anak Bupati yang Akhirnya Jadi Wali Kota

Dua Periode Memimpin Tomohon: Siapa Sebenarnya Caroll Senduk?

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Semoga DPRD Tak Sekadar Tukang Stempel—dan Tukang Jalan-Jalan

Ketika satu koalisi kuasai eksekutif sekaligus legislatif, siapa yang akan menggonggong ketika dua harimau tidur?

Negeri Lima Ribu Gereja: Membaca Sulawesi Utara dari Menara Lonceng

Dari bukit-bukit Minahasa hingga pesisir Sangihe, salib dan lonceng gereja telah menjadi penanda lanskap selama berabad-abad. Kini, angka-angka bicara lebih keras dari bunyi lonceng itu sendiri.