Langsung ke konten utama

SOROTAN

Orang-Orang yang Tak Terlihat

(sebuah novel)

Mereka yang Bekerja, Dunia yang Berjalan

Selamat Hari Buruh

Di sudut kota, ada yang merapikan seragam sebelum berangkat. Di tempat lain, ada yang menggulung spanduk dengan hati-hati, memastikan setiap huruf bisa terbaca lantang di jalanan. Sementara itu, sebagian lagi hanya duduk di beranda, menyeruput kopi, dan diam-diam bertanya: 

‎‎“Apakah hari ini, kerja kami akhirnya benar-benar dihargai?”

selamat hari buruh
Hari Buruh 01 Mei.

‎‎Hari Buruh bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah jeda kecil di tengah hiruk-pikuk produktivitas—sebuah momen untuk menoleh, melihat tangan-tangan yang lelah tapi tetap bertahan, dan langkah-langkah yang tak selalu mendapat tepuk tangan.

‎‎Kita sering merayakan hasil, tapi lupa menghormati proses. Padahal, dunia ini berdiri bukan hanya karena ide besar, tapi juga karena kerja-kerja sunyi yang tidak sempat disebutkan namanya.

‎‎Maka 1 Mei datang seperti pengingat yang sederhana, tapi jujur: bahwa di balik setiap kemajuan, ada keringat yang tidak pernah tampil di panggung.

‎‎Selamat Hari Buruh.

‎‎Untuk setiap lelah yang tidak sempat dikeluhkan,

‎untuk setiap usaha yang tidak selalu terlihat,

‎dan untuk setiap harapan yang terus dikerjakan—diam-diam, tapi tidak pernah sia-sia.

Komentar

POPULER