Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label BudayaMinahasa

Pabrik Batu di Dalam Jurang

Adrianus Kojongian berdiri di tepi Pinati, memandang ke bawah. Di sana, dua puluh waruga masih menunggu—sejak ratusan tahun lalu.

Kota yang Hobi Memecahkan Rekor (Sambil Berbunga-bunga)

‎Tomohon itu unik—sangat unik. Di saat kota lain sibuk cari cara tampil beda, Tomohon tinggal bilang: ‎“Tenang, kita pecahkan rekor saja.”

Si Pohon Penjaga dan Bisikan Tiga Warna

Sore itu, cahaya matahari sudah mulai turun miring. Angin dari arah danau membawa aroma belerang yang menyengat—bukan tidak menyenangkan, melainkan seperti tanda: kamu sudah sampai .

Ketika Batu Nisan Menjadi Penjaga Ingatan

Di balik kesunyian Taman Pekuburan Tua Kamasi, tersimpan lapisan-lapisan sejarah yang lebih tua dari kota itu sendiri.

Sekho Mangarek: Menyimpan Kampung Halaman dalam Lagu

Hari itu, Tomohon seperti baru saja selesai disisir angin dari tiga gunung—Gunung Lokon, Mahawu, dan Masarang—yang anginnya selalu sejuk, menyenangkan bagi penduduk kota kecil itu. Pusat kotanya terlihat sedikit ramai, orang lalu lalang, mobil hilir mudik.