Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label feature
 18 Kursi Mayoritas dan Suara yang Belum Terdengar

18 Kursi Mayoritas dan Suara yang Belum Terdengar

Delapan belas dari 25 kursi DPRD Kota Tomohon berada di tangan PDI Perjuangan dan Gerindra. Angka itu cukup besar untuk menentukan arah banyak keputusan politik. Tetapi justru karena itulah pertanyaannya menjadi lebih penting: apakah 18 kursi tersebut hanya kuat dalam jumlah, atau juga kuat dalam menyuarakan kepentingan rakyat ? Sebab mayoritas bukan cek kosong. Setiap kursi membawa mandat, dan mandat rakyat semestinya tidak berhenti di balik pintu ruang sidang.

Tujuh Kursi Golkar dan Ujian Menjadi Suara yang Berbeda di DPRD Tomohon

Tujuh kursi bukan sekadar angka. Di ruang politik DPRD Tomohon, ia bisa menjadi suara penyeimbang—atau hanya menjadi tujuh kursi yang ikut mengangguk. Ada angka-angka dalam politik yang tampak sederhana, tetapi menyimpan cerita panjang. Tujuh adalah salah satunya.

Wartawan yang Tidak Kompeten Adalah Wartawan yang Sedang Menggali Kuburnya Sendiri

  “Kapanpun zamannya, wartawan dituntut harus kompeten. Yakni, berwawasan keilmuan, profesional dan beretika. Jika tidak, maka matilah jurnalisme ini.” — H. Rosihan Anwar (1922–2011)

1.186 Masjid yang Berbicara: Saat Data BPS Sulawesi Utara Mengungkap Cerita Migrasi dan Toleransi

Sebuah Provinsi yang Tidak Bisa Dijelaskan dengan Satu Kalimat

Pokir dan Janji yang Tidak Pernah Tiba

Delapan Wakil Rakyat, Satu Pertanyaan Lama: Sebenarnya Kalian di Sana Sedang Apa?

Netizen, Kolom Komentar, dan Ujian Kesabaran yang Tidak Pernah Lulus

Ketika Internet Memberi Semua Orang Mikrofon, tapi Lupa Memasang Tombol Mute

Warung Kopi dan Anatomi Sebuah "Media"

Berdiri di Atas Kaki Sendiri (atau Tidak Sama Sekali) Domain Murah, Idealisme Mahal

Delapan Kursi, Satu Dapil: Potret Lengkap Wakil Rakyat Minahasa-Tomohon di DPRD Provinsi Sulut

Sebuah Audit Tidak Resmi terhadap Mereka yang Katanya Mewakili Kita

Tambal Sulam: Sebuah Drama di Ruas Kamasi-Woloan

Kamis, 11 Juni 2026. Di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kamasi dan Woloan, terjadi sebuah peristiwa langka—nyaris setara penampakan. Dua truk material, dan satu unit double drum roller mungil, hadir bersama-sama di lokasi yang sama, di hari yang sama, untuk tujuan yang sama: memperbaiki jalan.

Tuntas Pratama dan Ambisi yang Belum Selesai

Tomohon Terbaik se-Sulut—Tapi Terbaik dari Apa?

Sekolah di Bawah Asap Lokon

Catatan dari Kota yang Belajar Keras—dan Membuktikannya

Pemimpin Redaksi yang Tidak Pernah Minum Kopi

Bagaimana algoritma menjadi bos tanpa pernah melamar pekerjaan, dan mengapa kita membiarkannya.

Ketika Semua Orang Merasa Jadi Wartawan

Sebuah elegi untuk verifikasi, duka cita untuk editor, dan surat terbuka kepada ibu jari yang terlalu lincah

Anak Pendek, Piala Tinggi: Ironi Manis Perjuangan Tomohon Melawan Stunting

Ketika sebuah kota menang penghargaan karena berhasil mengurangi anak yang gagal tumbuh, ada yang harus kita rayakan—dan ada yang harus kita pertanyakan dengan serius.

Mereka Melayani Siapa?

 Ketika Rakyat Menyuapi Kekuasaan yang Sudah Kenyang

Republik di Bawah Meja Perjamuan

Ketika Angka Tumbuh dan Rakyat Mengecil

Alamat yang Dipinjam

Sebuah Diskusi Platform yang Berakhir Sebagai Pertanyaan Hidup

Negeri Lima Ribu Gereja: Membaca Sulawesi Utara dari Menara Lonceng

Dari bukit-bukit Minahasa hingga pesisir Sangihe, salib dan lonceng gereja telah menjadi penanda lanskap selama berabad-abad. Kini, angka-angka bicara lebih keras dari bunyi lonceng itu sendiri.

Setelah Pilkada, Saatnya Tagih Janji Kursi

Ketika Balas Budi Lebih Kuat dari Aturan Dua tahun berlalu. Kampanye sudah lama dilipat . Spanduk sudah lama turun. Tapi di sebuah instansi pemerintah, sebuah kursi baru saja pindah tangan—tanpa diklat, tanpa merit, hanya dengan satu kata ajaib: balas budi. Dan aturan? Aturan menonton dari balik kaca.

Wartawan di Zaman Banjir Informasi

 Ketika Sepuluh Aturan Lama Menjadi Pelampung Terakhir