Langsung ke konten utama

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Donny Turang

Donny Turang lahir di Manado dan besar di Tomohon, Sulawesi Utara—dua tempat yang meninggalkan jejak: laut yang terbuka dan pegunungan yang tenang.

Ia kompeten sebagai Jurnalis Utama, dengan sertifikasi Dewan Pers/AJI Indonesia. Dalam perjalanan jurnalistiknya, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Majelis Etik AJI Manado dan Dewan Etik AMSI Sulut.

Kini Donny Turang menjalani aktivitas sebagai penulis mandiri, menulis tentang jurnalistik, feature, opini, catatan kecil, serta karya buku.

Karya-karyanya juga diterbitkan secara mandiri melalui platform Google Play Books dan Draft2Digital.

Baginya, menulis bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga merekam pengalaman, gagasan, dan cerita yang layak untuk diceritakan.

“Cerita yang layak untuk diceritakan.”

DORANG

DORANG adalah ruang untuk jurnalistik, feature, opini, catatan kecil, dan buku dari Donny Turang.

Jelajahi tulisan berdasarkan kategorinya:

  • Feature — laporan dan tulisan feature dengan perhatian pada manusia, tempat, dan peristiwa.
  • Opini — gagasan, pandangan, dan refleksi.
  • eBook — informasi dan karya yang berkaitan dengan buku.
  • Catatan Kecil — catatan personal dan refleksi dari berbagai hal yang ditemui dalam perjalanan.

Tentang Perjalanan Menulis

Berangkat dari pengalaman di dunia jurnalistik, Donny Turang terus menulis dalam berbagai bentuk—dari tulisan jurnalistik hingga buku dan cerita.

DORANG menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman tersebut dengan pembaca, sekaligus menjadi tempat menyimpan tulisan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki sesuatu untuk diceritakan.

Selamat membaca.

PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Dari Bitung ke Balai Kota: Kisah Caroll, Anak Bupati yang Akhirnya Jadi Wali Kota

Dua Periode Memimpin Tomohon: Siapa Sebenarnya Caroll Senduk?

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...

Kota Bunga di Musim Efisiensi

 Sebuah laporan panjang tentang anggaran yang menyusut, rakyat yang menunggu, dan kota yang belajar hidup dengan dompet lebih tipis

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Semoga DPRD Tak Sekadar Tukang Stempel—dan Tukang Jalan-Jalan

Ketika satu koalisi kuasai eksekutif sekaligus legislatif, siapa yang akan menggonggong ketika dua harimau tidur?