Anda tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi Anda dapat merusak masa kini yang sangat baik dengan mencemaskan masa depan.
Kalimat yang pas buat ditempel di dinding kantor redaksi—biar wartawan-wartawan muda berhenti sejenak sebelum overthinking soal deadline yang belum tentu jadi kiamat.
Tapi ironisnya juga berlaku buat penulis dan jurnalis: kecemasan soal "apakah tulisan ini cukup bagus" sering lebih merusak proses kreatif ketimbang tulisan itu sendiri. Yang bikin draft pertama jelek bukan writer's block—tapi otak yang sibuk mengaudit masa depan (reaksi pembaca, kritik editor, apakah ide ini "layak") padahal jari belum sempat menyentuh keyboard.
Kalau lagi menulis dan mulai merasa begini, begitu, ada trik lama tapi manjur: pisahkan sesi "membuat" dari sesi "menghakimi". Tulis dulu tanpa menoleh ke belakang atau ke depan, edit belakangan. Present-mu berhak dapat perhatian penuh dulu sebelum diinterogasi oleh masa depan yang bahkan belum tentu datang seperti bayangan.
Apakah ada tulisan atau proyek spesifik membuat cemas begini? ***

Komentar
Posting Komentar