Langsung ke konten utama

Jangan Rusak Hari Ini karena Cemas tentang Hari Esok

Anda tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi Anda dapat merusak masa kini yang sangat baik dengan mencemaskan masa depan.

Ilustrasi penulis dan jurnalis sedang menulis sambil menghadapi kecemasan tentang masa depan dan proses kreatif
Seorang penulis atau jurnalis menghadapi kecemasan tentang deadline, kritik, dan penilaian pembaca. Dalam menulis, ada waktunya membuat dan ada waktunya menghakimi. Gambar hanya ilustrasi yang dibuat berkolaborasi dengan AI.

Kalimat yang pas buat ditempel di dinding kantor redaksi—biar wartawan-wartawan muda berhenti sejenak sebelum overthinking soal deadline yang belum tentu jadi kiamat.

Tapi ironisnya juga berlaku buat penulis dan jurnalis: kecemasan soal "apakah tulisan ini cukup bagus" sering lebih merusak proses kreatif ketimbang tulisan itu sendiri. Yang bikin draft pertama jelek bukan writer's block—tapi otak yang sibuk mengaudit masa depan (reaksi pembaca, kritik editor, apakah ide ini "layak") padahal jari belum sempat menyentuh keyboard.

Kalau lagi menulis dan mulai merasa begini, begitu, ada trik lama tapi manjur: pisahkan sesi "membuat" dari sesi "menghakimi". Tulis dulu tanpa menoleh ke belakang atau ke depan, edit belakangan. Present-mu berhak dapat perhatian penuh dulu sebelum diinterogasi oleh masa depan yang bahkan belum tentu datang seperti bayangan.

Apakah ada tulisan atau proyek spesifik membuat cemas begini? ***

PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...