Langsung ke konten utama

Postingan

SOROTAN

Orang-Orang yang Tak Terlihat

(sebuah novel)
Postingan terbaru

Semoga DPRD Tak Sekadar Tukang Stempel—dan Tukang Jalan-Jalan

Ketika satu koalisi kuasai eksekutif sekaligus legislatif, siapa yang akan menggonggong ketika dua harimau tidur?

Ketika Batu Nisan Menjadi Penjaga Ingatan

Di balik kesunyian Taman Pekuburan Tua Kamasi, tersimpan lapisan-lapisan sejarah yang lebih tua dari kota itu sendiri.

Percakapan di Meja Redaksi: Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran

Di balik setiap berita yang kita baca, ada ruang redaksi yang nyaris tak pernah benar-benar tidur. Ada kopi yang mulai dingin, deadline yang berlari, algoritma yang terus menekan, dan wartawan yang diam-diam lelah tetapi tetap harus terlihat tenang. Cover buku berjudul Percakapan di Meja Redaksi: Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran, sudah tersedia di Google Play Books dan Draft2Digital .

Antara Soe dan Mujur: Korupsi Sebagai Permainan Nasib

Ketika hukum direduksi menjadi dadu, dan para pelaku kejahatan hanya perlu menunggu giliran mujur atau soe—sementara rakyat selalu menanggung taruhannya.

Dari Kontrakan ke Istana: Kisah Rumah Pertama DPRD Tomohon

Sebuah kisah tentang demokrasi yang lahir dari gedung pinjaman, politisi yang "ngekos", dan perjalanan panjang sebuah kota muda menemukan dirinya sendiri. Ada sebuah ironi kecil yang lucu—sekaligus mengharukan—dalam sejarah berdirinya lembaga legislatif Kota Tomohon.

Dari Taman Kota ke Anugerah Hall

Kalau boleh jujur—dan saya selalu jujur, karena saya kupu-kupu dan tidak pernah belajar berdiplomasi—tempat ini dulu jauh lebih menyenangkan. Dulu ada bunga. Banyak bunga. Dan saya, tentu saja, sangat profesional dalam urusan bunga.

Dari Barak Militer ke Kompleks Permanen

  Sebelum punya gedung megah di Kolongan, roda pemerintahan Kota Tomohon dulu berputar di… barak militer. Dari aroma lapangan hingga derap langkah prajurit, di sanalah awal mula lahirnya pemerintahan Kota Bunga tercinta.

‎Dinding Sunyi yang Menyimpan Cita-Cita

‎‎Kabut masih menggantung di lereng Lokon. Udara pagi Tomohon menggigit lembut. Ya, di bawah teduh Gunung Lokon, terdapat sebuah kompleks bangunan tua dengan dinding batu yang menyimpan ribuan kisah: Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen. ‎Ini bukan sekadar sekolah, melainkan habitat tempat anak-anak muda perlahan diukir menjadi pribadi yang matang, siap menjadi gembala.

Kota yang Tumbuh, Polisi yang Ikut Bertumbuh

Tentang Polres Tomohon, dari Kakaskasen ke Kolongan, dari Polsek kecil ke markas yang berdiri tegak Empat Belas Kapolres dan Satu Kota yang Terus Bergerak

Fondasi yang Tak Pernah Dipuji

Sebuah percakapan kecil tentang SEO, Algoritma, dan Hal-Hal yang Lebih Berat dari Sekadar Trafik SEO yang Katanya Sudah Ketinggalan Zaman