Agustus di Tomohon selalu datang membawa dua hal sekaligus: aroma bunga krisan—kulo dan riri—yang menguar dari lereng Lokon, dan aroma retorika pemerintah yang menguar dari semua siaran pers. Keduanya harum. Keduanya sementara. Dan keduanya, setelah musim berlalu, tidak meninggalkan bekas yang terlalu dalam di dompet warga biasa.
Postingan
Postingan terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Facebook mengingatkan saya pada foto ini tadi pagi. Muncul begitu saja di layar—senyum di depan wajan kecil, rompi abu-abu khas jurnalis lapangan, kacamata yang lebih sering dipakai mengejar deadline ketimbang membaca resep. Wajah saya serius, seperti sedang menimbang lead berita, padahal yang sedang berjuang adalah renda kue cucur. Foto itu diambil sewaktu saya masih jurnalis media cetak di Manado. Masa ketika berita dikejar sebelum pagi, bukan sebelum algoritma.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya