(sebuah novel)
Bau itu menyambut Anda sebelum Anda tiba. Bukan bau bunga—meski Tomohon menyebut dirinya Kota Bunga dengan bangga , dengan spanduk dan plakat di pintu masuk kota yang tercetak indah dan penuh keyakinan. Bukan juga bau tanah basah setelah hujan, yang biasanya turun di sini seperti tamu yang tidak pernah benar-benar pamit. Bukan bau rempah pasar biasa yang menggoda di balik batas kewajaran. Bau ini—bagaimana mendeskripsikannya dengan hormat?—adalah bau yang memiliki 'kepribadian'. Ia maju ke depan. Ia memperkenalkan diri. Ia tidak menunggu Anda siap. Selamat datang di Pasar Tradisional Beriman Wilken, Tomohon, Sulawesi Utara. Dunia menyebutnya dengan nama yang lebih jujur: " Pasar Ekstrem ".