Di era media digital, iklan bisa tampil seperti berita, lengkap dengan judul, kutipan, dan foto kegiatan. Batas antara informasi untuk publik dan promosi untuk kepentingan tertentu memang semakin tipis—dan ketika batas itu kabur, yang dipertaruhkan bukan sekadar etika media, tetapi kepercayaan pembaca.
Berita buruk bukan selalu persoalan tentang bagaimana kita mengelola stres saat membacanya. Di balik bad news bisa tersembunyi bad policy: kebijakan yang keliru, dipertahankan, atau gagal diperbaiki hingga dampaknya dirasakan rakyat. Sebab itu, publik tak cukup hanya menjadi konsumen berita. Kita perlu bertanya: kebijakan apa yang melahirkan masalah, siapa yang membuat keputusan, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang harus bertanggung jawab?