Langsung ke konten utama

Postingan

SOROTAN

Orang-Orang yang Tak Terlihat

(sebuah novel)
Postingan terbaru

Buah Busuk, Hati Busuk, dan Kesabaran yang Tidak Perlu Teriak

Sore itu tidak ada yang istimewa. Langit kelabu. Kopi di meja sudah mulai kehilangan uapnya. Dan saya— seperti kebanyakan sore —sedang berdiri tanpa tujuan jelas di dekat jendela, menatap pohon mangga milik tetangga yang tumbuh miring ke arah pagar. Satu buahnya menarik perhatian saya. Cokelat. Keriput. Menggantung di ujung ranting seperti orang yang sudah menyerah pada segalanya, tapi belum juga jatuh. Saya bertanya-tanya sejak kapan buah itu seperti itu. Dan kenapa tidak ada yang memetiknya.

Peta Perang yang Tidak Ada di Atlas Mana Pun

Melacak Evolusi Algoritma Backend Raksasa Teknologi dari Kamar Gelap Silicon Valley hingga ke Layar Genggamanmu

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Perang yang Tidak Kamu Lihat

Ketika Algoritma Backend Memutuskan Apa yang Boleh Kamu Baca, Rasakan, dan Percayai

Dari Volkschool ke Merdeka Belajar: Satu Abad Kurikulum yang Terus Bergerak

 Dua Belas Kurikulum, Satu Bangsa yang Belum Selesai Belajar

Dari Bitung ke Balai Kota: Kisah Caroll, Anak Bupati yang Akhirnya Jadi Wali Kota

Dua Periode Memimpin Tomohon: Siapa Sebenarnya Caroll Senduk?

Keheningan di Tengah Pasar Malam

Seorang wartawan mandiri, sebuah algoritma yang dingin, dan pertanyaan yang tidak pernah benar-benar terjawab: untuk siapa jurnalisme ini ditulis?

Bridge—Main Kartu Ala Bangsawan

 Anda pernah dengar orang bilang Bridge itu permainan orang tua? Atau permainan eksklusif kalangan atas yang duduk di ruang ber-AC sambil minum kopi atau teh? Atau—yang paling sering terdengar—"permainan itu rumit banget, bikin pusing!" Saya mau jujur. Sebagian kecil itu benar. Bridge memang dalam. Bridge memang butuh pikiran. Tapi Bridge bukan eksklusif, dan Bridge bukan hanya untuk kalangan tertentu. Panduan ini lahir dari keinginan sederhana: berbagi keindahan dan keseruan permainan Bridge dalam bahasa yang tidak bikin dahi berkerut. Santai, tapi serius. Ringan, tapi lengkap—dari nol sampai strategi lanjutan, semuanya ada di sini. Satu peringatan sebelum mulai: permainan ini bisa bikin ketagihan. Jangan sampai lupa jemput anak di sekolah.

Kota Bunga yang Lupa Bernapas

Catatan dari kota cantik yang angka hijaunya pas-pasan—dan diam-diam terus menyusut

Kota Bunga di Musim Efisiensi

 Sebuah laporan panjang tentang anggaran yang menyusut, rakyat yang menunggu, dan kota yang belajar hidup dengan dompet lebih tipis