Langsung ke konten utama

Postingan

SOROTAN

Mimpi Menjadi Koruptor

(sebuah novel)
Postingan terbaru

Dari Taman Kota ke Anugerah Hall

Kalau boleh jujur—dan saya selalu jujur, karena saya kupu-kupu dan tidak pernah belajar berdiplomasi—tempat ini dulu jauh lebih menyenangkan. Dulu ada bunga. Banyak bunga. Dan saya, tentu saja, sangat profesional dalam urusan bunga.

Dari Barak Militer ke Kompleks Permanen

  Sebelum punya gedung megah di Kolongan, roda pemerintahan Kota Tomohon dulu berputar di… barak militer. Dari aroma lapangan hingga derap langkah prajurit, di sanalah awal mula lahirnya pemerintahan Kota Bunga tercinta.

‎Dinding Sunyi yang Menyimpan Cita-Cita

‎‎Kabut masih menggantung di lereng Lokon. Udara pagi Tomohon menggigit lembut. Ya, di bawah teduh Gunung Lokon, terdapat sebuah kompleks bangunan tua dengan dinding batu yang menyimpan ribuan kisah: Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen. ‎Ini bukan sekadar sekolah, melainkan habitat tempat anak-anak muda perlahan diukir menjadi pribadi yang matang, siap menjadi gembala.

Kota yang Tumbuh, Polisi yang Ikut Bertumbuh

Tentang Polres Tomohon, dari Kakaskasen ke Kolongan, dari Polsek kecil ke markas yang berdiri tegak Empat Belas Kapolres dan Satu Kota yang Terus Bergerak

Fondasi yang Tak Pernah Dipuji

Sebuah percakapan kecil tentang SEO, Algoritma, dan Hal-Hal yang Lebih Berat dari Sekadar Trafik SEO yang Katanya Sudah Ketinggalan Zaman

Waspada El Niño 2026–2027

Tomohon Berpotensi Alami Tahun Terpanas dan Kekeringan Ekstrem Hujan deras masih sering mengguyur Kota Tomohon belakangan ini. Petir menyambar lereng Gunung Lokon . Angin kencang menerpa kebun bunga dan sayur di dataran tinggi yang sejuk ini. Sekilas, semua tampak normal, bahkan basah seperti biasa. Tapi jangan terlena dulu. Di balik hujan deras yang kita rasakan saat ini, para ilmuwan iklim dunia tengah membunyikan alarm. Sebuah fenomena besar sedang tumbuh perlahan di Samudra Pasifik: El Niño. Dan dampaknya, menurut berbagai lembaga meteorologi terkemuka, bisa membuat tahun 2027 menjadi tahun terpanas dalam sejarah umat manusia—termasuk bagi kita di Tomohon dan seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Sertifikat, Integritas, dan Nama Baik yang Dipertaruhkan

Sore itu langit tidak hujan, tapi udara terasa berat. Mungkin karena topiknya sensitif—atau mungkin karena kami berdua tahu bahwa di balik percakapan santai ini, ada pertanyaan yang sudah lama mengendap di profesi ini tanpa jawaban yang memuaskan. " Kau tahu ," kata kawan saya pelan, " sebenarnya negeri ini sudah punya sistem uji kompetensi wartawan ." Saya mengangguk. Saya tahu. Saya pernah duduk di ruang itu, mengisi formulir itu, menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. " Ya. Ada jenjangnya. Muda, madya, utama ." Gambar hanya ilustrasi mengenai sertifikasi dan integritas wartawan.

Redaksi Kecil, Mimpi Besar

  Tak ada yang tampak revolusioner pagi itu. Kopi biasa, kursi biasa, koneksi internet yang juga biasa-biasa saja. Tapi seperti banyak hal besar dalam hidup, percakapan tentang membangun—kali ini tentang portal berita—justru lahir dari tempat paling sederhana: meja rumah kopi. Ketika Website Tak Lagi Sekadar Website

Menjemput Berita, Menembus Waktu

 Catatan Transformasi Teknologi Redaksi: Dari WordStar hingga Smartphone

Jalan Makmur yang Tak Lagi Makmur

Sore itu hujan mengguyur deras tiba-tiba—datang tanpa permisi. Saya memarkir motor buru-buru, lalu berlari ke emperan toko terdekat. Di sebelah saya sudah ada seekor anjing kampung yang tampaknya sudah lebih lama tinggal di sana daripada pemilik tokonya. Ia melirik saya sebentar—ekspresi mukanya seperti berkata, sudah lama, Bos?—lalu memejamkan mata lagi dengan tenang dan bermartabat, sebagaimana makhluk yang tidak punya cicilan motor dan tidak takut kena PHK. Yang Tertinggal di Jalan yang Tidak Lagi Ramai