Langsung ke konten utama

Postingan

SOROTAN

Mimpi Menjadi Koruptor

(sebuah novel)
Postingan terbaru

‎Mengenal Iklan dan Berita di Media

( Percakapan tentang etika pers, kejujuran informasi, dan kepercayaan publik ) Suatu sore, seorang kawan mengirim pesan singkat yang terdengar sederhana, tetapi membuat saya berhenti sejenak. ‎“ Sekarang ini ,” tulisnya, “ bagaimana sebenarnya cara mengenali iklan dan berita di media ?” 

Rasa yang Tidak Membohongi

Ada hari-hari ketika hidup terasa seperti kopi tanpa gula: pahit, tapi justru di situlah kita belajar membedakan rasa asli dan janji pemanis. (Tulisan ini adalah cerpen tentang kehidupan—kisah sosial yang terjadi sehari-hari, bisa menimpa siapa saja, tanpa perlu undangan khusus, tanpa aba-aba.)

‎‎Saat Kekuasaan Lupa Cara Bersikap

 Kekuasaan sejatinya mengajarkan tata krama paling dasar: tahu kapan berbicara, kapan mendengar, dan kapan menahan diri. Namun ada masa ketika ia justru lupa caranya bersikap—seolah jabatan cukup tinggi untuk membebaskan diri dari kewajiban berpikir. 

Di Atas Bara, Bunga Tumbuh

" Tapi kalau meletus bagaimana ?" " Ya mengungsi ." " Sesimpel itu ?"

Tetap Setia pada Kata

  Pagi ini saya tak mengejar berita—hanya angin, kenangan, dan satu-dua kalimat yang ingin pulang ke hati. Dulu jari saya berlari mengejar deadline; kini ia berjalan santai, sambil ngopi dan mengingat-ingat, bekerja dengan kenangan dan peristiwa yang tak pernah benar-benar libur. 

Antara Selimut Kehangatan dan Janji yang Memudar

 Zona nyaman itu enak… sampai janji-janjimu memudar di bawah debu kenyamanan. ‎ ‎Zona nyaman. Ah, siapa yang bisa menolak? Rasanya seperti pelukan hangat dari selimut tebal di hari yang dingin, ditemani Netflix dan camilan tanpa batas. Ini adalah surga yang diperbolehkan—tempat di mana alarm ditunda, rencana diet menguap, dan janji-janji ambisius yang pernah diucapkan perlahan bertransformasi menjadi debu halus di bawah sofa.️ ‎‎Kita semua pernah di sana, menikmati kehangatan palsu itu, sampai tiba-tiba akhir pekan menyergap. Rasanya seperti ada spotlight dadakan menyorot tumpukan cucian yang belum dilipat dan daftar resolusi yang bahkan belum disentuh. ‎‎Kenikmatan itu ternyata hanya hipnotis. Ingat, janji-janji tidak pernah mati, mereka hanya pindah alam ke dimensi “ Tunda Dulu Sampai Tahun Depan .”

Jalan Tol Koneksi dan Jalan Sunyi Integritas

  ‎Seseorang naik jabatan terkadang bukan karena prestasi, tetapi karena siapa yang paling lihai duduk paling dekat dengan pusat api kekuasaan. Di balik itu, sistem merit hanya berdiri seperti poster lama yang ditempel setengah hati: hadir, tapi tak pernah benar-benar diperhatikan.  

Tomohon: Dulu, Kini dan Nanti

  Usia 23 tahun biasanya seseorang mulai merasa dewasa, tapi masih suka galau saat ditanya: Tomohon pun begitu. Kota ini sejak berotonom berupaya untuk tampil rapih, berdandan bunga tersenyum di panggung festival—namun diam-diam sering bingung membedakan mana prioritas, dan mana sekadar hobi anggaran.

Belajar Teguh di Tengah Ombak

  ‎‎Kadang hidup tidak perlu drama besar untuk terasa berat. Cukup satu-dua gelombang kecil yang datang di waktu yang salah.