Langsung ke konten utama

Postingan

SOROTAN

Mimpi Menjadi Koruptor

(sebuah novel)
Postingan terbaru

Tetap Setia pada Kata

  Pagi ini saya tak mengejar berita—hanya angin, kenangan, dan satu-dua kalimat yang ingin pulang ke hati. Dulu jari saya berlari mengejar deadline; kini ia berjalan santai, sambil ngopi dan mengingat-ingat, bekerja dengan kenangan dan peristiwa yang tak pernah benar-benar libur.  Donny Turang, dulu Jurnalis sekarang Penulis .

Antara Selimut Kehangatan dan Janji yang Memudar

 Zona nyaman itu enak… sampai janji-janjimu memudar di bawah debu kenyamanan. ‎ ‎ Zona nyaman. Ah, siapa yang bisa menolak? Rasanya seperti pelukan hangat dari selimut tebal di hari yang dingin, ditemani Netflix dan camilan tanpa batas. Gambar hanya ilustrasi yang dibuat dengan teknologi AI.

Jalan Tol Koneksi dan Jalan Sunyi Integritas

  ‎Seseorang naik jabatan terkadang bukan karena prestasi, tetapi karena siapa yang paling lihai duduk paling dekat dengan pusat api kekuasaan. Di balik itu, sistem merit hanya berdiri seperti poster lama yang ditempel setengah hati: hadir, tapi tak pernah benar-benar diperhatikan.   JABATAN YANG MENJERAT, INTEGRITAS YANG MENYELAMATKAN ( Tentang mereka yang berlari lewat jalur cepat, dan mereka yang bertahan di jalan benar—meski sering ditinggalkan ) Gambar hanya ilustrasi yang dibuat dengan teknologi AI.

Tomohon: Dulu, Kini dan Nanti

  Usia 23 tahun biasanya seseorang mulai merasa dewasa, tapi masih suka galau saat ditanya: Tomohon pun begitu. Kota ini sejak berotonom berupaya untuk tampil rapih, berdandan bunga tersenyum di panggung festival—namun diam-diam sering bingung membedakan mana prioritas, dan mana sekadar hobi anggaran.

Belajar Teguh di Tengah Ombak

  ‎‎Kadang hidup tidak perlu drama besar untuk terasa berat. Cukup satu-dua gelombang kecil yang datang di waktu yang salah.

Biasa, Namun Luar Biasa

 CATATAN KECIL UNTUK GURU DI 2 MEI Hari ini, 2 Mei, ada satu hal yang pelan-pelan mengetuk ingatan: suara kapur di papan tulis, aroma buku yang baru dibuka, dan seseorang yang berdiri di depan kelas—tidak selalu sempurna, tapi selalu hadir. ‎‎Guru. ‎‎Mereka jarang masuk headline. Tidak viral. Tidak ramai dipuji. Tapi diam-diam, mereka seperti akar—tidak terlihat, tapi menentukan tegaknya pohon. Hari Pendidikan Nasional

Mereka yang Bekerja, Dunia yang Berjalan

SELAMAT HARI BURUH

‎Siklus Lupa Bencana

KETIKA JANJI MITIGASI MENGUAP SAAT LANGIT KEMBALI BIRU

Orang-Orang yang Tak Terlihat

(sebuah novel)