POPULER
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hari Ketiga: Duel Otak, Bukan Duel Senjata!
Membagikan kembali kenangan berharga dari hari ketiga pelatihan Peace & Conflict Journalism (Pecojon | GiZ), sekitar tahun 2012, lalu—kalau tidak salah ingat. Di sesi ini, kami diajak merenung dalam-dalam: Bagaimana seharusnya kita, sebagai jurnalis, mendekati konflik? Apakah dengan mentalitas Kompetitif yang ingin menang sendiri, atau Kolaboratif yang mencari titik temu?
![]() |
| Pelatihan Peace & Conflict Journalism. |
Hari ketiga pelatihan ini kami dijejali tentang Penanganan Konflik: kolaborasi or kompetitif. Otak kami seakan dipaksa memilih: Jadi jurnalis yang Kompetitif atau Kolaboratif dalam menghadapi konflik? Jujur, awalnya saya kira ini cuma soal siapa yang paling cepat dapat scoop.
Eh... ternyata lebih dalam dari itu! Ini soal apakah kita melihat konflik sebagai Zero-Sum Game (saya menang, kamu kalah, titik!) atau ada kemungkinan Zero-Sum Zero atau dikenal juga Non-Zero-Sum di mana semua bisa dapat win-win solution?
Pemateri kita dari Inggris itu (saya lupa namanya) memang jago bikin kepala berasap, tapi hasilnya mencerahkan. Intinya, jadi jurnalis damai itu butuh lebih dari sekadar keberanian. Butuh kecerdasan untuk melihat bahwa di balik setiap pertikaian, ada potensi kolaborasi yang bisa mengubah segalanya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
TERKINI
Menjemput Berita, Menembus Waktu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dari Headline ke Timeline
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Percakapan di Meja Redaksi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sekho Mangarek: Menyimpan Kampung Halaman dalam Lagu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Masih Mencari...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dari Tinta ke Piksel
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tentang Catatan Kecil
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
All Rights Reserved

Komentar
Posting Komentar