Langsung ke konten utama

Hari Ketiga: Duel Otak, Bukan Duel Senjata!

‎‎Membagikan kembali kenangan berharga dari hari ketiga pelatihan Peace & Conflict Journalism (Pecojon | GiZ), sekitar tahun 2012, lalu—kalau tidak salah ingat. Di sesi ini, kami diajak merenung dalam-dalam: Bagaimana seharusnya kita, sebagai jurnalis, mendekati konflik? Apakah dengan mentalitas Kompetitif yang ingin menang sendiri, atau Kolaboratif yang mencari titik temu?


Pelatihan Peace and Conflict Journalism
Pelatihan Peace & Conflict Journalism.

‎Hari ketiga pelatihan ini kami dijejali tentang Penanganan Konflik: kolaborasi or kompetitif. Otak kami seakan dipaksa memilih: Jadi jurnalis yang Kompetitif atau Kolaboratif dalam menghadapi konflik? Jujur, awalnya saya kira ini cuma soal siapa yang paling cepat dapat scoop. 

‎Eh... ternyata lebih dalam dari itu! Ini soal apakah kita melihat konflik sebagai Zero-Sum Game (saya menang, kamu kalah, titik!) atau ada kemungkinan Zero-Sum Zero atau dikenal juga Non-Zero-Sum di mana semua bisa dapat win-win solution?

‎Pemateri kita dari Inggris itu (saya lupa namanya) memang jago bikin kepala berasap, tapi hasilnya mencerahkan. Intinya, jadi jurnalis damai itu butuh lebih dari sekadar keberanian. Butuh kecerdasan untuk melihat bahwa di balik setiap pertikaian, ada potensi kolaborasi yang bisa mengubah segalanya. ***

PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Dari Bitung ke Balai Kota: Kisah Caroll, Anak Bupati yang Akhirnya Jadi Wali Kota

Dua Periode Memimpin Tomohon: Siapa Sebenarnya Caroll Senduk?

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...

Kota Bunga di Musim Efisiensi

 Sebuah laporan panjang tentang anggaran yang menyusut, rakyat yang menunggu, dan kota yang belajar hidup dengan dompet lebih tipis

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Semoga DPRD Tak Sekadar Tukang Stempel—dan Tukang Jalan-Jalan

Ketika satu koalisi kuasai eksekutif sekaligus legislatif, siapa yang akan menggonggong ketika dua harimau tidur?