Langsung ke konten utama

Tentang Catatan Kecil

Tidak semua hal layak menjadi tulisan panjang.


Gambar ilustrasi untuk menjelaskan tentang catatan kecil yang ada di blog ini.
Ilustrasi.
Ada yang hanya singgah sebentar—seperti percakapan di jalan, suara hujan yang tidak selesai, atau pikiran yang datang lalu pergi tanpa sempat dipanggil kembali.
Dulu, hal-hal seperti itu sering saya biarkan lewat. Terlalu kecil untuk dijadikan cerita, terlalu sepele untuk disimpan. Padahal, justru di situlah hidup sering bersembunyi.

Catatan Kecil” lahir bukan dari rencana besar.

Ia lebih seperti kebiasaan yang terlambat disadari—bahwa ada banyak hal yang tidak perlu dijelaskan panjang, cukup ditangkap sebelum hilang.

Tidak semua harus lengkap.
Tidak semua harus tuntas.
Kadang, satu potongan lebih jujur daripada satu cerita utuh.

Di sini, Anda mungkin tidak akan menemukan kesimpulan yang rapi.
Tidak ada jawaban yang dipaksakan.
Tidak ada nasihat yang sengaja ditaruh di akhir.

Yang ada hanya hal-hal sederhana:
orang yang lewat, waktu yang terasa aneh, percakapan yang tidak selesai, dan pikiran-pikiran kecil yang sering kita abaikan.

Ini bukan ruang untuk terlihat pintar.
Ini ruang untuk… melihat sedikit lebih pelan.

Kalau suatu tulisan terasa dekat, mungkin itu bukan karena ia hebat.
Tapi karena ia pernah terjadi—pada Anda, pada saya, atau pada siapa saja yang sempat berhenti sejenak.

Dan mungkin, di antara hal-hal kecil yang sering kita lewatkan, ada sesuatu yang diam-diam ingin diingat.

Di sinilah saya mencoba menaruhnya—sebelum ia benar-benar hilang.***

PENULIS

Foto Donny Turang

Donny Turang

Jurnalis Utama bersertifikat Dewan Pers/AJI Indonesia. Menulis cerita yang layak untuk diceritakan.

Komentar

POPULER

Sendy Rumajar: Cucu Ketua DPRD, Anak Wali Kota, Kini Wakil Wali Kota Tomohon

Ia lahir di kota yang pernah dipimpin ayahnya. Kakeknya pernah memimpin dewan di wilayah yang merupakan induk dari Kota Tomohon. Di usia 33 tahun, giliran ia yang naik panggung—dilantik Wakil Wali Kota Tomohon. Inilah Sendy Gladys Adolfina Rumajar.

Senator Tanpa Panggung: Kisah Empat Orang yang Mewakili Sulut di Jakarta—dan Hampir Tidak Ada yang Tahu

DPD RI Sulawesi Utara: Senator yang Nyaris Tak Terlihat | Feature Feature · Politik Daerah · Sulawesi Utara Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara — lembaga yang nyaris tak dikenal, senator yang nyaris tak terlihat. Dua puluh tahun sudah DPD berdiri, namun popularitasnya tenggelam. Empat senator dari Sulawesi Utara periode 2024–2029 bekerja di antara celah hukum, koneksi keluarga, dan ketidakterlihatan publik. Oleh Redaksi | Berdasarkan data KPU & riset independen 📖 DAFTAR ISI 1. Empat Senator, Satu Provinsi, dan Pertanyaan yang Seharusnya Sudah Lama Diajukan 2. Apa yang Sudah Mereka Kerjakan? (Pertanyaan yang Adil) 3. Celah Hukum yang Berbau Keluarga ▸ Kasus Stefanus Liow & Adriana Dondokambey 4. DPD: Lembaga dengan Kewenangan Tiga Fungsi dan Satu Masalah Struktural 5. Refleksi: Lembaga yang Baik, tapi Belum Cukup Saat panggung ...

Jurnalisme Copy-Paste dan Resiko Bagi Publik

  Hujan baru saja berhenti. Udara masih lembab, tetapi percakapan di meja redaksi kami terasa lebih hangat daripada kopi yang baru disajikan. Seorang kawan menutup ponselnya, lalu berkata dengan nada setengah bercanda. "Sekarang wartawan tidak perlu keluar rumah untuk membuat berita." Saya menatapnya. "Maksudmu?" Ia tertawa kecil. "Cukup buka WhatsApp, cek email, lihat Facebook, atau X... lalu edit sedikit. Jadi berita." Kalimat itu terdengar seperti humor ringan di antara cangkir kopi. Tetapi sebenarnya ia tidak menyentuh satu persoalan serius dalam jurnalisme digital hari ini.

Netizen, Kolom Komentar, dan Ujian Kesabaran yang Tidak Pernah Lulus

Ketika Internet Memberi Semua Orang Mikrofon, tapi Lupa Memasang Tombol Mute

1.186 Masjid yang Berbicara: Saat Data BPS Sulawesi Utara Mengungkap Cerita Migrasi dan Toleransi

Sebuah Provinsi yang Tidak Bisa Dijelaskan dengan Satu Kalimat